You are currently viewing Pendidikan Inklusif Solusi Untuk Permasalahan Anak Penyandang Disabilitas
Suasana hati yang baik hari ini disponsori oleh kopi

Pendidikan Inklusif Solusi Untuk Permasalahan Anak Penyandang Disabilitas

  • Post author:
  • Post category:Serius
  • Reading time:3 mins read

Anak dengan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya. Tujuan dari pendidikan Inklusif adalah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak penyandang disabilitas agar memiliki hak pendidikan yang sama. Selama ini pandangan masyarakat tentang anak penyandang disabilitas adalah sebagai kaum yang lemah, tidak berguna dan harus selalu dibantu serta dikasihani. Sehingga banyak keluarga yang beranggapan bahwa memiliki anak disabilitas harus selalu di rumah dan tidak boleh berada di tengah-tengah masyarakat. Padahal pendidikan sangat dibutuhkan bagi anak-anak untuk mencapai kesejahteraan sosialnya. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan sosial anak penyandang disabilitas adalah dengan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi merupakan model pendidikan yang memberi kesempatan bagi siswa yang berkebutuhan khusus untuk belajar bersama siswa-siswa lainnya yang tidak berkebutuhan khusus. Pendidikan inklusi lahir atas dasar prinsip bahwa layanan pendidikan diperuntukkan untuk semua orang tanpa terkecuali. Keberadaan pendidikan inklusi bukan hanya untuk menampung anak berkebutuhan khusus dalam lembaga sekolah saja tetapi dimaksudkan juga untuk mengembangkan potensi dan menyelamatkan masa depan mereka. Karena setiap anak yang lahir pasti memiliki potensi tersendiri yang diberikan oleh Allah Swt.  Oleh karena itu setiap anak membutuhkan pendidikan yang dapat mengembangkan hubungan antar mereka dan mempersiapkan untuk hidup dalam masyarakat. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak cenderung menunjukkan hasil yang baik secara akademik dan sosial bila mereka berada pada setting kebersamaan artinya bakat atau potensi serta nilai akademik mereka akan keluar jika berada di dalam satuan pendidikan. Tidak ada alasan yang mendasar untuk memisah-misahkan anak dalam pendidikan. Anak memiliki kebersamaan yang saling diharapkan diantara mereka.

Seorang anak penyandang disabilitas mengalami banyak hambatan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Hal ini disebabkan keberadaan dirinya yang mempunyai keterbatasan dengan masyarakat di lingkungannya. Disamping itu sebagian masyarakat belum sepenuhnya memahami keberadaan dan kebutuhan anak penyandang disabilitas hingga terkadang mereka bersikap kurang menerima kehadiran anak penyandang disabilitas. Keterbatasan fasilitas dan kurang maksimalnya sistem pendidikan yang ada sekarang serta suasana lingkungan di sekolah tidak menjamin rasa aman bagi anak penyandang disabilitas dalam berintegrasi dengan lingkungannya. Pemenuhan kebutuhan anak penyandang disabilitas memerlukan perubahan baik dalam sistem pendidikan, metode, maupun lingkungan, sehingga anak dapat menyesuaikan keberadaan mereka di lingkungannya. Dalam pendidikan inklusi bukan anak yang menyesuaikan dengan kurikulum melainkan kurikulumlah yang menyesuaikan dengan kondisi anak. Manfaat dari pendidikan inklusi bukan hanya dirasakan oleh anak sajab namun berdampak juga bagi masyarakat. Dampak yang paling dirasakan adalah sekolah inklusi mengajarkan nilai sosial berupa kesetaraan jadi anak penyandang disabilitas tidak dipandang sebagai kaum yang lemah atau tidak berguna. Berdasarkan dari banyaknya pengalaman anak berkebutuhan khusus selalu disorot sebagai ancaman bagi masyarakat, maka dari itu mereka beranggapan bahwa anak bekebutuhan khusus harus dipisahkan. Sekolah inklusi bukanlah sekedar sekolah yang menerapkan konsep penyetaraan terhadap semua manusia dalam memperoleh pendidikan, tetapi juga membutuhkan settingan ramah anak di dalamnya. Setting ramah anak ini sangat membantu dan mendorong kemajuan perkembangan penerapan pendidikan inklusi di sekolah. Maksud dari setting ramah anak adalah para anak penyandang disabilitas sangat membutuhkan dukungan dan motivasi yang mampu mendorong mereka untuk berinteraksi dengan lingkungannya, maka komponen utama yang mereka butuhkan di sekolah adalah sebuah kerahaman, yang menerjemahkan pada mereka suatu penunjukkan kondisi penerimaan terhadap diri mereka.

Partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan untuk menjalankan kebijakan sekolah inklusi. Karena dalam sekolah inklusi ini dibutuhkan kerja sama antara masyarakat dengan pengajar di kelas untuk menciptakan dan menjaga komunkasi kelas yang hangat, menerima keanekaragaman, dan menghargai perbedaan. Selain itu guru-guru juga diharuskan untuk mengajar secara interaktif. Hal ini nantinya dapat menciptakan komunikasi antar guru dan siswa, sehingga dapat timbul kedekatan. Peran orang tua di rumah juga sangat dibutuhkan agar kondisi anak dalam menerima pembelajaran semakin baik.

Karya: Isti Ghifari

Judul: Pendidikan Inklusif Solusi Untuk Permasalahan Anak Penyandang Disabilitas

Asal: H.2010913 Universitas Djuanda Bogor

wisatakopi
Author: wisatakopi

Leave a Reply